Featured Post 7

Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   

Wikipedia

Hasil penelusuran

UNDANGAN MURAH

Diberdayakan oleh Blogger.

MYCHOICE

MYCHOICE
CEPAT & MUDAH

Pages

LIVE VISITOR

10 tempat makan gudeg di Jogja yang paling enak




Belum ke Jogja rasanya jika belum mencicipi gudeg. Sejak puluhan tahun yang lalu gudeg merupakan makanan favorit dan khas dari kota Jogja, dan menjadi ikon penting selain tempat wisata budaya yang tersohor di negeri ini. Inilah 10 tempat gudeg paling enak di Jogja, selengkapnya..

Benarkah Orang Asia Tidak Lebih Baik dari Orang Barat?

Orang Asia pada umumnya, atau setidaknya kita orang Indonesia banyak yang masih merasa rendah diri di depan mereka orang Barat (Eropa dan Amerika). Konon mental inferior ini memang dibangun sejak berabad-abad silam ketika imperialisme manancap di tanah kita. ada sebuah riset menarik dari Prof. Aik Kwang dr University of Queensland, dlm bukunya Why Asians Are Less Creative Than Westerners,  2001 yg dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi “best seller”.  Buku ini mengungkap beberapa fakta yang bisa membuatmu manggut-manggut sekaligus bergegas ingin memperbaiki diri.

1. Penghargaan Tertinggi pada Kepemilikan Materi



Bagi kebanyakan orang Asia, ukuran sukses dlm hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki seperti rumah, mobil, uang dan harta benda lainnya. Sementara, passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, pengacara, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang utk memiliki kekayaan banyak. Adakah di antara pembaca yang harus berdiskusi panjang dengan orang tua untuk bisa kuliah di jurusan seni?

2. Dari mana Diperoleh? Tak jadi Soal




Tak jadi soal dari mana kekayaan materi yang didapat. Proses sering dianggap tidak penting, yang penting hasil…
Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperolehnya. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai cerita, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun mudah dimaafkan dan dilupakan. Bukankah kita sering melihat koruptor yang baru saja bebas dari penjara langsung mencalonkan diri sebagai anggota dewan?

3. Sekolah = Menghafal

Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban” bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk perguruan tinggi, dan lain-lain semua berbasis hafalan. Pembelajaran di tingkat sarjana pun, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 Imu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan utk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

4. Jack of All Trades, but Master of None


 





















Crisitiano Ronaldo adalah ahli sepak bola karena ia FOKUS pada hal itu. Tidak pernah ada yang mempermasalahkan apakah ia jago matematika atau hafal sejarah.
Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none”. Semua mata pelajaran tahu tapi hanya sedikit-sedikit. Bukan didorong menjadi ahli dalam suatu bidang khusus. Bukankah kita mengenal Christiano Ronaldo karena keahliannya menggocek bola, tanpa pernah mempertanyakan berapa hasil ulangan matematikanya? Hampir semua orang, menjadi hebat karena keahliannya.

5. Berapa Banyak Orang Asia yang Berhasil Memenangkan Hadiah Nobel?



Peraih hadiah nobel adalah orang yang fokus menguasai satu bidang, bukan menguasai banyak hal tapi setengah-setengah
Karena berbasis hafalan, tak heran banyak pelajar Asia bisa jadi juara dalam Olympiade Fisika dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada orang Asia yang memenangkan hadiah Nobel atau penghargaan internasional lainnya yg berbasis inovasi dan kreativitas.

6. Takut Salah dan Takut Kalah





Apakah kamu suka takut melakukan kesalahan?
Orang Asia takut salah dan takut kalah. Akibatnya, sifat eksploratif sebagai upaya memenuhi rasa ingin tahu dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.

Baca juga: Kisah nyata Office Boy yang menjadi Vice President

7. Jangan Bertanya




Apakah kamu takut bertanya?
Bagi kebanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya. Setelah sesi berakhir, peserta mengerumuni guru atau narasumber untuk minta penjelasan tambahan.
Setuju dengan delapan poin di atas? Kalau di Indonesia mungkin delapan poin di atas merupakan kondisi yang masih jamak terjadi ya. Tapi, bila menengoke belahan Benua Asia yang lain seperti Jepang dan Korea Selatan sepertinya beberapa poin perlu direvisi ya. Nah, yang menarik Prof. Aik Kwang ini bukan hanya menjabarkan masalahnya, ia juga memberikan solusi. Yuk simak, sebagai bahan evaluasi diri.

1. Hargai Proses


Hargailah orang karena pengabdiannya bukan semata kekayaannya. Mestinya kita malu jika naik haji, membangun masjid atau pesantren tapi cara memperoleh uangnya dengan korupsi. untuk lebih menghargai proses, cobalah membiasakan diri antri (link antri), memuji kerja keras orang-orang di sekeliling kita, sesekali memberikan hadiah pada diri sendiri setelah emlalui proses yang berat juga tak ada salahnya.

2. Hentikan Pendidikan Berbasis Kunci Jawaban.



Pendidikan sejatinya bukan hanya meningkatkan kecerdasan kognitif, tapi juga afektif dan psikomotor. Biarkan murid memahami bidang yang paling disukainya. Semua anak itu cerdas tapi bila ikan dinilai dari caranya memanjat, selamanya ia akan merasa bodoh.

3. Jangan Jejali Murid dengan Banyak Hafalan, apalagi Matematika.

 

Untuk apa diciptakan kalkulator kalau jawaban utk X x Y harus dihapalkan? Meski bukan berarti hafalan itu salah ya. Beberapa hal memang perlu dihafalkan tapi pemahaman akan bertahan lebih lama di ingatan.

4. Biarkan Anak Memilih Profesi Berdasarkan Minatnya



Biarkanlah anak memilih profesinya sendiri
Banyak orang tua yang memaksa anaknya mengambil jurusan atau profesi tertentu yang lebih cepat menghasilkan uang. Tentu ini bukan pilihan bagi orang tua yang bijak.

5. Ayo Bertanya!

Dasar kreativitas adalah rasa ingin tahu yang dipadu dengan keberanian mengambil resiko.

6. Guru adalah Fasilitator, Bukan Dewa.

Mari akui dg bangga kalau KITA TIDAK TAHU! Jika Anda seorang murid, maka jangan jadikan guru Anda sebagai satu-satunya sumber ilmu, ada buku, ada teman sebaya, dan alam semesta yang selalu bisa dipelajari. Persoalannya tinggal mau atau tidak.

7. Tekuni yang Anda Cintai

Passion manusia adalah anugerah Tuhan, sebagai orang tua kita bertanggung-jawab untuk mengarahkan anak kita untuk menemukan passionnya lalu mendukungnya.
Hal ini bisa dimulai dari diri sendiri. Jika sudah menjadi orang tua, ajarkan  pada anak-anak. Demikian juga dengan para guru yang bisa menularkan pada siswanya. Jangan meminta perubahan. Mulailah menyalakan lilin dan berhenti mengutuk kegelapan.

sumber: isigood.com

MAKANAN YANG TEPAT UNTUK PENDERITA TYFUS (TIPES)

Tyfus atau tipes, merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Biasanya bakteri ini menempel pada makanan atau minuman, sehingga bagi yang mengkonsumsinya akan terserang penyakit ini.

Gejala Penyakit Tifus
Ada beberapa gejala yang bisa dilihat apabila seseorang menderita penyakit tifus, yaitu :

  1. Sakit perut dan mual
  2. Demam tinggi
  3. Denyut nadi yang melambat
  4. Lidah yang berwarna putih pucat
  5. Lemas sekujur tubuh
Penyakit tifus sebenarnya cukup mudah untuk disembuhkan. Hanya tinggal melakukan perawatan secara rawat inap agar mendapatkan perlakuan medis yang baik hingga sembuh. Pada umumnya para penderita tifus akan mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis, hal ini dikarekana para penderita tifus tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan berserat dan berkarbohidrat tinggi.



Lalu makanan apa sajakah yang boleh dikonsumsi oleh penderita tifus? Berikut ini adalah beberapa makanan penderita tifus :

Makanan Tinggi Protein

Untuk memperoleh tenaga dan stamina, selain harus mendapatkan asupan karbohidrat karena para penderita tifus juga harus mendapatkan asupan protein yang cukup. Asupan protein ini diperoleh dari berbagai macam sumber protein yang ada, seperti protein hewani dan protein nabati.
Protein ini bermanfaat dan berguna sebagai sumber tenaga pada penderita tifus tersebut. Berikut ini beberapa sumber protein yang baik bagi penderita tifus :
  1. Daging ayam rebus – Daging ayam merupakan salah satu sumber protein yang tinggi. Apabila digabungkan dengan jenis makanan lain, maka dapat memenuhi kebutuhan nutrisi karbohidrat dan protein yang cukup bagi penderita tifus. Bagian dada ayam juga sering dijadikan makanan rendah kalori yang baik untuk dikonsumsi.
  2. Hati ayam – Hati ayam, selain lunak dan mudah dicerna juga memiliki kandungan protein yang tinggi dan cukup untuk memenuhi kebutuhan protein pasien penderita tifus.
  3. Ikan rebus – Ikan rebus atau ikan yang di tim akan sangat nikmat untuk dikonsumsi. Selain itu, ikan juga memiliki kandungan protein hewani yang baik untuk pemenuhan kebutuhan energi dan juga jenisikan salmon banyak dikonsumsi sebagai makanan penambah berat badan.
  4. Kacang kedelai – Seperti diketahui, kacang kedelai memiliki kandungan protein nabati yang tinggi dan baik untuk tubuh. Kacang kedelai rebus, bisa dikonsumsi sebagai tambahan protein bagi penderita tifus.
  5. Tahu – Sebagai bahan olahan dari kacang kedelai, sudah tentu tahu memiliki kandungan protein yang tinggi dan baik bagi penderita tifus. Selain itu, tahu memiliki tekstur yang sangat lembut, yang akan membuat penderita tifus mudah mencernanya.
  6. Margarin – Margarin memiliki sedikit kandungan protein dan lemak. Lemak ini juga dibutuhkan oleh tubuh penderita tifus untuk menambah energi tubuh. Namun, perlu diperhatikan agar penggunaannya tidak berlebihan.

Makanan Rendah Serat

Salah satu pantangan makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita tifus adalah jenis makanan yang mengandung kadar serat tinggi. Beberapa jenis sayur dan buah memiliki kadar serat yang sangat tinggi, yang ternyata tidak boleh diberikan kepada penderita tifus
Ada baiknya untuk mencoba mengkonsumsi jenis buah dan sayur yang memiliki kandungan serat yang rendah, apabila masih ingin tetap mengkonsumsi jenis sayur-sayuran. Jenis-jenis makanan rendah serat tersebut :
  1. Kacang Panjang
  2. Buncis Muda
  3. Labu Ssiam
  4. Pepaya
  5. Pisang
  6. Alpukat
  7. Wortel

Makanan yang Lunak

Para penderita tifus hendak mengkonsumsi makanan dengan kadar serat yang rendah, sehingga mereka membutuhkan jenis makanan yang lunak dan mudah dicerna, namun tetap memiliki nutrisi yang tinggi bagi penderita tifus. Contoh makanan-makanan tersebut antara kain :
  1. Bubur – Bubur yang dimasak menggunakan kaldu ayam memiliki sumber karbohidrat dan protein yang cukup bagi penderita tifus. Selain itu, bubur juga mudah dimakan dan dicerna karena sifatnya yang lembek dan cenderung encer.
  2. Nasi Tim Ayam – Pilihan lainnya adalah nasi tim ayam. Makanan ini memiliki tekstur nasi yang lebih lembek daripada nasi putih biasa dan memiliki kandungan protein yang terkandung pada daging ayam tersebut. Makanan ini akan sangat membantu memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein dari pasien penderita tifus.
  3. Kentang Tumbuk – Kentang tumbuk atau bisa juga kentang rebus dapat menjadi alternatif bagi penderita tifus dan juga makanan bagi penderita diabetes. Dengan teksturnya yang lembek dan mudah dicerna, serta kandungan nutrisinya yang baik, maka penderita tifus bisa mencoba untuk mengkonsumsi makanan ini.
  4. Roti Bakar – Roti bakar dapat dioles dengan mentega untuk menambah kadar karbohidrat dan lemak sebagai tambahan sumber tenaga bagi pasien penderita tifus.
  5. Puding – Puding memiliki tekstur yang lembut, serta mudah dicerna. Selain itu puding juga terdiri dari beberapa bahan-bahan yang sangat baik untuk tubuh. Kandungan gula pada puding, juga bisa menjadi sumber tenaga bagi pasien tifus.
  6. Biskuit – Selain kandungan karbohidrat yang tinggi per kepingnya, ini terlalu sehingga membuat dapat menjadi pilihan bagi yang sedang menderita tifus.
  7. Pisang – Pisang memiliki kadar nutrisi yang sangat baik bagi tubuh. Selain itu teksturnya yang lunak juga dapat memudahkan penderita tifus dalam mencerna yang juga cocok untuk makanan untuk anak diare.
  8. Alpukat – Sama seperti buah pisang, alpukat juga sangat berguna dan bermanfaat bagi penderita tifus. Teksturnya yang lembut, serta kandungan vitamin di dalamnya akan membantu memenuhi kebutuhan energinya.

Makanan yang Tidak Bersifat Asam dan Pedas

Selain itu, penderita tifus tidak boleh mengkonsumsi makanan yang bersifat terlalu asam dan terlalu pedas, karena bahaya makanan pedas, tidak baik bagi pencernaan. Kombinasikan beberapa bahan makanan yang dimiliki untuk membuat berbagai menu makanan yang ramah dan dapat dikonsumsi oleh penderita tifus.
Itulah beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi bagi para penderita tifus. Satu lagi hal yang penting adalah bahwa penderita tifus haruslah sering minum air putih secara teratur.

Sumber: halosehat.com

Dahlan Iskan,,,Sosok Sederhana Pengusaha Sukses Dunia Media




Tak diragukan, hampir semua rakyat Indonesia pasti mengenal sosok yang satu ini. Berangkat benar-benar dari titik nol, pria sederhana tersebut perlahan menata hidup untuk dengan kerja keras hingga akhirnya kesuksesan besar ia raih seperti saat ini, dialah Dahlan Iskan, sosok perubahan dengan moto hidupnya “Kerja..Kerja.. Kerja”.

Kisah Hidup dan Awal Karir Dahlan Iskan


Pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 silam ini berasal dari keluarga yang amat sederhana yang tinggal di pedesaan. Saking susahnya hidup, orang tua beliau bahkan tak ingat kapan persisnya Dahlan lahir. Sebab musababnya adalah sebuah lemari tua tempat orang tuanya menyimpan data hidup dahlan akhirnya harus dijual, praktis tulisan otentik tanggal lahir Dahlan yang ditulis di satu sisi lemari itu ikut lenyap bersama beberapa rupiah yang didapatkan dari penjualan lemari tersebut.

Hingga akhirnya Dahlan sendiri yang memilih tanggal 17 Agustus sebagai tanggal lahir agar lebih mudah diingat. Hidup yang serba pas-pasan membuat Dahlan terpacu untuk rajin bersekolah dan disiplin dalam menjalani hidup. Hal itulah yang akhirnya membawa Dahlan pada kesuksesan yang mampu dicapainya dengan gemilang saat ini.

Setelah sempat meneruskan pendidikan di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Smaarinda, Dahlan mulai merintis karir dengan menjadi reporter di sebuah surat kabar harian lokal di Samarinda sejak tahun 1975. Pada tahun 1976, karirnya mulai berkembang sehingga ia ditugaskan untuk menjadi wartawan majalah Tempo.


Namanya mulai dikenal ketika ia berhasil menjadi satu-satunya wartawan yang meliput kecelakaan Kapal Tampomas II. Berkat liputan tersebut, karir Dahlan mulai melesat dan pada tahun 1982 ia dipercayai untuk menjadi pemimpin surat kabar Jawa Pos yang dimiliki oleh Eric Samola, sang direktur utama penerbit majalah Tempo. Kala itu Jawa Pos dapat dikategorikan dalam keadaan sekarat dan hampir mati dengan jumlah sirkulasi produksi yang hanya berkisar pada angka 6.800 eksemplar.

Jumlah oplah tersebut terhitung sangat sedikit dan dapat diangkut habis dengan menggunakan beberapa buah becak. Menyaksikan hal ini, Dahlan tak tinggal diam dan mulai melakukan pembaruan pada surat kabar Jawa Pos.




Lima tahun setelah menjabat sebagai pemimpin Jawa Pos, usaha Dahlan Iskan mulai membuahkan hasil. Jawa Pos mampu mencetak jumlah oplah yang spektakuler hingga mencapai 126.000 eksemplar dengan omset tahunan yang naik 20 kali lipat hingga menyentuh angka 10,6 milyar. Tahun 1993, Dahlan Iskan memutuskan mundur dari Jawa Pos untuk melakukan regenerasi kepemimpinan. Langkah regenerasi diharapkan dapat membawa nuansa dan prestasi baru bagi Jawa Pos. Selain alasan regenerasi, Dahlan memutuskan mundur dari Jawa Pos untuk lebih fokus pada Jawa Pos News Network yang sedang dirintisnya.

Dahlan kemudian mendirikan Graha Pena di tahun 1997. Graha Pena merupakan salah satu pelopor gedung pencakar langit di kota Surabaya. Tahun 2002, ia juga berhasil mendirikan bangunan perkantoran serupa di Jakarta. Passion nya di bidang jurnalistik membawa Dahlan untuk mengembangkan Jawa Pos News Network (JPNN).

Saat ini JPNN berhasil menjadi salah satu jaringan media massa terbesar di tanah air dengan sejumlah kelompok bisnis seperti lebih dari 200 surat kabar, tabloid, TV lokal, pabrik kertas, jaringan berita serta management belasan gedung perkantoran. Dahlan juga mulai mengembangkan bisnis di bidang telekomunikasi dengan menjadi komisaris sebuah perusahaan pembangunan sambungan komunikasi kabel laut yang bernama PT. Fangbian Iskan Corporindo.

Listrik: Awal Terjunnya Dahlan ke Dunia Politik


Sikapnya yang kritis selama berkecimpung di bisnis media membuat Dahlan sering tergelitik untuk melayangkan kritik dan solusi terhadap ketidakberesan kinerjaPerusahaan Listrik Negara (PLN). Hingga pada akhirnya pergantian management PLN pada tahun 2009 memutuskan untuk memilih Dahlan sebagai Direktur Utama PLN, menggantikan Fachmi Mochtar. Kinerja Dahlan sebagai birokrat yang sering mengamati permasalahan lapangan untuk menemukan solusi mulai membawa perubahan positif bagi kinerja PLN.

Ia seringkali membuat gebrakan-gebrakan revolusioner seperti mengganti sumber listrik primer dan menyediakan trafo-trafo cadangan untuk proses distribusi listrik. Dedikasinya pada PLN membuat presiden Susilo Bambang Yudhoyono menugaskannya untuk menempati jabatan menteri BUMN pada cabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Dari situ dimulailah perjalanan politik bagi seorang Dahlan Iskan.

Keluarga: Sumber Cinta dan Kekuatan


Meskipun dikenal sebagai pebisnis yang bertangan dingin, kehidupan seorang Dahlan Iskan tak lepas dari cobaan. Ia pernah didiagnosa mengidap kanker hati dan harus menjalani operasi transplantasi hati di Cina pada tahun 2007. Kehadiran sosok sang istri, Nafsiah Sabri serta kedua orang anak mereka, Azrul Ananda dan Isna Fitriana menjadi penguat dan penyemangat bagi kehidupan seorang Dahlan Iskan. Baginya, sehebat apapun dirinya di dunia bisnis, ia tetaplah seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan dan keharmonisan keluarga.


 

Banyak nilai hidup positif yang bisa kita pelajari dari sosok Dahlan Iskan. Bahkan kini banyak disebutkan bahwa Dahlan merupakan sosok perubahan yang sangat dibutuhkan Indonesia. Semoga kedepan semakin banyak generasi muda yang bisa mengikuti jejak beliau. Menjadi sosok inspiratif dengan langkah nyata. Kerja.. Kerja.. Kerja!

sumber: www.maxmanroe.com

Terlahir buta, miskin & ditolak bersekolah, kini cowok ini jadi Milyuner




Usianya masih terbilang muda, 24 tahun. Namun kekayaannya terbilang fantastis. Dia adalah Srikanth Bollant, pemilik Bollant Industries, sebuah perusahaan di Kota Hyderabad, India yang memproduksi kemasan produk ramah lingkungan yang kini bernilai Rp 98,5 miliar.

Namun siapa sangka, dibalik kesuksesannya tersimpan perjuangan hidup yang membuat setiap orang menahan haru. Srikanth terlahir buta dan dari keluarga miskin. Saat lahir para tetangga menyarankan orangtuanya untuk membunuhnya. Mereka berpendapat itu lebih baik, daripada ia menderita seumur hidupnya karena terlahir buta.

Beruntung bagi Srikanth, orangtuanya tak mengindahkan omongan tetangganya. Namun perjuangan Srikanth baru dimulai ketika ia mulai tumbuh. Saat ia mulai masuk usia sekolah, ayahnya yang seorang petani memutuskan untuk memasukkan Srikanth ke sekolah di desanya.

Namun sayang, karena keterbatasannya ia dikucilkan di lingkungan sekolah. "Tidak ada yang mengakui keberadaanku. Aku diberi tempat di bangku paling belakang. Aku tidak bisa berpartisipasi di kelas. Saat itu aku mulai berpikir mungkin aku adalah anak termiskin di dunia. Namun bukan karena kekurangan uang tapi karena kesepian," kenang Srikanth seperti dikutip dari Yourstory, Sabtu (16/4).

 

Di sekolah ia hanya bertahan dua tahun saja, hingga akhirnya ayahnya memutuskan untuk memindahkan Srikanth ke sekolah berkebutuhan khusus. Di situlah ia mulai berkembang dan banyak belajar. Tak hanya unggul di berbagai mata pelajaran, Srikanth juga sangat unggul di permainan catur dan kriket.

Namun masalah kembali datang ketika ia mulai beranjak masuk SMA. Beberapa sekolah sains menolaknya. Dewan sekolah mengatakan ia hanya bisa mempelajari pelajaran seni. "Apakah karena aku terlahir buta? Tidak, persepsi oranglah yang membuatku terlihat buta," ujar Srikanth.


Setelah ditolak berkali-kali, ia memutuskan untuk memperjuangkan haknya. "Aku menggugat pemerintah dan berjuang selama enam bulan. Hingga pada akhirnya, pemerintah mengatakan aku bisa mengambil pelajaran sains tetapi dengan risiko ditanggung sendiri," sambungnya.


Saat itulah Srikanth melakukan apa pun yang ia bisa untuk membuktikan bahwa mereka salah. Ia mulai mencari buku-buku teks yang kemudian dikonversi ke dalam bentuk audio. Belajar siang dan malam untuk menyelesaikan kursus dan berhasil mengamankan nilai hingga 98 persen dalam ujian nasional.

Kegigihannya saat masa sekolah berbuah manis. Srikanth lulus dan memperoleh beasiswa terbang ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studinya. Ia menjadi mahasiswa buta internasional pertama yang diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT), sebuah universitas teknologi paling bergengsi di dunia.

Selepas lulus dari MIT, berbagai perusahaan besar Amerika Serikat mulai berniat meminangnya. Tapi Srikanth memutuskan untuk kembali ke India dan melepaskan kesempatan emas itu. Ia mulai membangun bisnisnya sendiri.



Dan hari ini, Srikanth telah memiliki empat pabrik produksi, masing-masing di Kota Hubli, Kota Nizamabad, dan dua lagi di Kota Hyderabad. Seorang 'angle investor' bernama Ravi Mantha, yang bertemu Srikanth sekitar dua tahun lalu, sangat terkesan dengan ketajaman bisnis dan visi Srikanth.

Ia kemudian memutuskan untuk berinvestasi di perusahaan yang dibangun oleh Srikanth. Tak hanya berhenti sampai di situ, kini Bollant Industries milik Srikanth telah mempekerjakan 150 orang karyawan yang semuanya merupakan para disabilitas. Luar biasa!


sumber: www.brilio.net

8 Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Indonesia

Belakangan ini banyak orang mulai lebih melirik dunia usaha ketimbang menjadi karyawan suatu perusahaan. Kesuksesan finansial yang bisa diperoleh dari membangun usaha sendiri mendorong orang untuk memilih memulai usaha mereka sendiri. Banyak kisah sukses para pengusaha yang mulai dari nol dan harus melewati jalan panjang dan berliku sebelum akhirnya meraih kesuksesan yang bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin menjajal dunia wirausaha. Di sini Anda bisa menyimak kisah sukses 8 orang pengusaha dari tanah air yang berskala menengah hingga besar, tua maupun muda, yang rata-rata memulai dari bawah dan serba sulit sebelum mencapai kesuksesan yang sekarang.

1. Bob Sadino

Bob Sadino
Bob Sadino via kopipait.web.id

Terlahir di Lampung, 9 Maret 1939, mendiang pengusaha dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino ini termasuk salah satu pengusaha sukses yang sempat mengalami jatuh-bangun sebelum akhirnya menorehkan kesuksesan besar. Setelah sekitar sembilan tahun menjadi pegawai, Bob memutuskan untuk berhenti dan banting setir menjadi pengusaha. Usaha pertama yang dirintisnya adalah bisnis penyewaan mobil, dengan hanya bermodalkan satu mobil Mercedes dan ia supiri sendiri.
Namun karena musibah kecelakaan yang menimpanya saat mengemudikan mobil yang disewakannya itu, bisnis itupun berhenti di tengah jalan. Tidak putus semangat, ia kemudian beralih profesi sebagai buruh bangunan yang dibayar dengan upah harian. Saat menjadi kuli tersebut, ia melihat adanya peluang bisnis yang lain, bisnis ternak ayam dan telur ayam negeri. Dengan modal pinjaman tetangganya, akhirnya Bob mulai menjalankan bisnis tersebut. Awalnya, Bob menawarkan sendiri dagangannya dari rumah ke rumah di wilayah sekitar tempat tinggalnya, terutama kepada para ekspatriat, di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.  Bisnis telurnya tersebut akhirnya berbuah manis dan ia mengembangkan sayap dengan menjual daging dan sayuran hidoponik. Berkat keuletannya, bisnis tersebut sukses dan ia pun mendirikan Kem-Chicks, supermarket ternama yang menjual berbagai macam produk peternakan dan pertanian. Meski sudah sukses, ia tetap tampil sederhana dan kerap kali melayani sendiri para pelanggannya seperti keluarganya sendiri.

2. Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti via wordpress.com

Perempuan kelahiran 1965 yang sekarang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI di bawah Presiden Jokowi ini adalah seorang pengusaha yang terkenal tegas. Ia merintis bisnisnya di bidang perikanan dan kemudian maskapai penerbangan dari nol. Setelah memilih untuk berhenti sekolah sebelum lulus SMA, ia memulai usahanya sebagai pedagang pakaian dan bed cover. Setelah melihat potensi wilayah tempat tinggalnya, Pangandaran, sebagai penghasil ikan, Susi lantas memanfaatkannya sebagai peluang bisnis dan beralih ke usaha perikanan. Dengan modal hanya Rp750 ribu hasil dari menjual perhiasannya, ia mulai membeli ikan dari tempat pelelangan dan memasarkannya ke sejumlah restoran. Setelah sempat tersendat, bisnis Susi akhirnya berhasil menguasai bursa pelelangan ikan di Pangandaran dan bahkan kemudian merambah ke ekspor ikan dan lobster.
Bisnis maskapai penerbangannya juga berawal dari bisnis perikanan tersebut. Untuk mengatasi masalah pengiriman ikan yang lambat apabila lewat darat atau laut, Susi membeli sebuah pesawat dari pinjaman bank untuk pengangkutan produk lautnya, yang kemudian berkembang menjadi armada maskapai penerbangan Susi Air yang melayani rute pedalaman dan carter.

3. Reza Nurhilman

Reza Nurhilman
Reza Nurhilman via blogspot.com

Bagi yang belum mengenal nama ini, mungkin Anda lebih mengenal “kripik setan” Maicih. Ya, Reza Nurhilman adalah nama pemuda yang berada di belakang produk keripik singkong ekstra pedas yang populer itu. Reza memulai bisnis keripik singkong ini pada pertengahan 2010 seorang diri saat berusia 23 tahun dengan modal awal 15 juta rupiah. Untuk bisnisnya ini, ia menggandeng satu produsen keripik lokal di Bandung.
Reza mengawali bisnisnya ini dengan melakukan pemasaran sederhana, yakni melalui platform media sosial, Twitter, sebelum mengembangkan sayap dengan menerapkan sistem keagenan yang menggunakan istilah Jenderal agar produknya bisa menggapai konsumen yang lebih luas. Para Jenderal ini memasarkan produknya dengan cara berkeliling atau nomaden.
Pemuda kelahiran Bandung 28 tahun yang lalu ini mengaku kunci kesuksesannya terletak pada cara berpikirnya yang out of the box, yaitu dengan tidak membuka toko seperti kebanyakan penjual sehingga membuat produknya eksklusif.  Melalui Twitter, para jenderal memberitahu informasi lokasi penjualan setiap harinya. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti berhasil mengangkat nama Maicih di dunia maya. Baru setengah tahun saja, omzet Maicih bisa mencapai Rp7 miliar per bulan. Angka yang fantastis, bukan?

4. Sunny Kamengmau

Sunny Kamengmau
 Sunny Kamengmau via indonesiayoungentrepreneurs.com

Anda pernah mendengar tas tangan merek Robita? Tas Robita yang begitu populer di Jepang ini bahkan kabarnya menjadi idaman oleh semua kalangan sosialita di negara sakura itu. Orang yang berada di balik 'dapur' tas merek Robita ini adalah Sunny Kamengmau, pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Siapa sangka pemuda yang tidak pernah lulus SMA itu akhirnya menjadi pengusaha sukses yang dapat menginspirasi siapa pun yang mendengar kisahnya.
Sunny mengawali bisnisnya dengan modal nekat. Setelah meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke Bali, ia bekerja sebagai tukang sapu di sebuah hotel. Selang beberapa lama ia pun diangkat menjadi satpam karena dianggap memiliki etos kerja yang bagus. Selama itu, ia juga memanfaatkan waktunya untuk belajar bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Gaji pertamanya ia sisihkan untuk membeli kamus dua bahasa asing tersebut dan mempelajarinya dengan tekun. Keberuntungan mungkin memang berada di pihaknya sejak awal ia dipekerjakan di hotel tersebut, karena di sana ia berkenalan dengan seorang pengusaha asal Jepang yang kemudian memintanya untuk memasok tas kulit ke negaranya. Meski sempat terseok untuk beberapa lama, bahkan hampir kehilangan semua penjahit tas yang bekerja untuknya, Sunny perlahan bisa bangkit dan bisnis tasnya itupun kian diperkokoh hingga mampu memiliki 100 orang karyawan.

5. Gibran Rakabuming

Gibran Rakabuming
Gibran Rakabuming via wordpress.com

Saat ini nama Gibran Rakabuming mungkin sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, di luar fakta bahwa ayahnya, Joko Widodo, adalah seorang presiden negara republik Indonesia. Gibran adalah pemilik sebuah bisnis di bidang catering dan wedding organizer dengan nama Chili Pari.
Sebelum menjabat menjadi Walikota Solo, kemudian Gubernur DKI jakarta, dan akhirnya Presiden RI, ayahnya, Joko Widodo merupakan pengusaha mebel. Namun, Gibran memilih untuk merintis usaha sendiri tanpa campur tangan ayahnya. Ia memulai usahanya dengan mengajukan pinjaman ke bank untuk modal. Meski sempat ditolak beberapa kali, akhirnya ia mendapatkan persetujuan dari salah satu bank dan dengan modal pinjaman tersebut ia pun memulai Chili Pari dengan melayani pesanan partai kecil. Berkat kemampuan dan keuletannya sendiri, sekarang Chili Pari sudah banyak menangani order besar dengan jumlah tamu hingga ribuan orang dan usaha Gibran pun semakin berkembang.

Baca Juga: 8 Tanda Anda Adalah Pengusaha Sukses

6. Nicholas Kurniawan

Nicholas Kurniawan
Nicholas Kurniawan via ceritaprasmul.com

Nama Nicholas Kurniawan mungkin belum terlalu familiar di telinga Anda, namun saat ini di usianya yang masih sangat belia, 20 tahun, ia sudah sukses menjadi eksportir ikan hias termuda di Indonesia. Semua berawal dari kondisi keluarganya yang terpuruk dan terlilit utang, dan Nicholas pun berniat untuk mengubah nasibnya. Sempat mencoba berbagai bisnis mulai dari asuransi, makanan, MLM, dan mainan, jatuh bangun dan bahkan sempat tidak naik  kelas saat kelas 2 SMA, ia mulai bangkit kembali dan mencoba peruntungannya dengan menjual ikan hias secara online melalui situs Kaskus. Meski sempat beberapa kali ditipu oleh calon pembeli, bisnis ikan hias Nicholas kini sudah menjangkau luar negeri dan dalam sebulan omzetnya bisa mencapai lebih dari Rp100 juta.

7. Hamzah Izzulhaq

Hamzah Izzulhaq
Hamzah Izzulhaq via makeindonesia.com

Pemuda kelahiran 1993 ini sudah membuktikan diri sebagai pengusaha muda yang sukses. Sejak kecil, ia sudah terlihat memiliki bakat berbisnis, yakni dengan berjualan kelereng, petasan, hingga koran. Ia juga pernah menjadi tukang parkir dan ojek payung. Saat tengah mengikuti seminar bisnis pelajar ketika masih duduk di bangku SMA, Hamzah ditawari usaha waralaba bimbingan belajar oleh seorang pemuda yang juga masih muda namun sudah memiliki bimbingan belajar dengan 44 cabang. Dengan bermodal uang Rp5 juta dan pinjaman Rp70 juta dari ayahnya, ia membeli salah satu cabang yang kebetulan ditawarkan untuk diambilalih seharga Rp175 juta. Sisanya yang sebesar Rp100 juta dibayar dengan dicicil dari keuntungan setiap semester. Usahanya itu semakin berkembang, dan kini Hamzah sudah memiliki 3 lisensi waralaba bimbel dengan jumlah siswa di atas 200 orang setiap semester. Sejak akhir 2011, bisnis Hamzah telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. Pemuda 22 tahun ini menjabat sebagai direktur utama.

Baca Juga: Mau Sukses? Lakukan Ini Sejak Kamu Masih Umur 20an

8. Yasa Singgih

Yasa Singgih
Yasa Singgih via money.co

Terlahir dari keluarga biasa-biasa saja, anak kelahiran 1995 ini memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis sejak sangat belia. Sejak berusia 15 tahun, setelah ayahnya terkena serangan jantung dan harus dioperasi, ia mulai mencari uang sendiri dengan menjadi pembawa acara di berbagai acara ulang tahun dan musik. Selain itu, masih di usia yang sama, ia mulai berbisnis online dengan menjual lampu hias, namun tidak bertahan lama karena persoalan pemasok. Setahun kemudian, di usia 16 tahun, Yasa beralih ke bisnis mode. Sempat jatuh bangun dan diremehkan orang, hingga rugi ratusan juta rupiah dari berbagai bisnis, sebelum akhirnya ia berhasil membangun brand pakaian sendiri dengan mengusung nama Mens Republic. Selain itu, ia juga mengelola usaha konsultasi manajemen bernama MS Consulting serta kompleks perumahan dalam bentuk kavling tanah di Bogor.

Anda pun Bisa Jadi Pengusaha Sukses

Bagaimana, sangat inspiratif bukan? Memang banyak yang mengatakan tidak semua orang punya bakat jadi pengusaha, namun menilik dari kisah-kisah di atas, dapat disimpulkan bahwa kesuksesan merupakan hasil dari kerja keras, bukan murni dari bakat. Semoga kisah-kisah inspiratif para pengusaha sukses di atas dapat Anda petik hikmahnya dan menjadi suatu motivasi bagi Anda untuk mencoba sendiri terjun di dunia usaha yang tak ada batasnya ini. Semoga Anda pun bisa menjadi pengusaha yang sukses seperti mereka!

sumber: cermati.com

Desa Terkaya di Dunia dan Kisah Luar Biasa Pemimpinnya

 
Semoga saja dengan tulisan terkait dengan Desa Terkaya di Dunia dan Kisah Luar Biasa Pemimpinya ini mampu memberikan inspirasi untuk para pembaca semuanya.

 
Buat para caleg-caleg yang ngakunya berpedoman pada Agama Islam, dulu saat saya kasih saran supaya kalian meneladani para sahabat Nabi yang memegang prinsip,
Jika rakyat lapar, biarlah saya yang menjadi orang pertama merasakan lapar. Dan jika rakyat makmur dan sejahtera, biarlah saya menjadi orang terakhir merasakanya”

Membaca saran saya tersebut kalian bilang para caleg dan wakil rakyat di Indonesia tidak mungkin bisa seperti mereka karena sekarang jamanya sudah berbeda.
Tapi perlu anda ketahui, saya masih bisa menemukan orang yang ternyata bukan seorang muslim tapi dalam memimpin justru bisa memegang prinsip seperti sahabat nabi.

Dialah Wu Renbao seorang pemimpin desa yang mengantarkan kemakmuran warga desanya hingga desanya meraih gelar sebagai DESA TERKAYA di DUNIA.
Rahasia kesuksesanya karena dia memegang prinsip kepemimpinan seperti sahabat nabi yaitu memegang prinsip “Kebahagiaan dinikmati Warga Desa, Kesulitan dipikul pejabat”.

Jika anda sudah membawa-bawa nama AGAMA ISLAM sebagai pedoman partai anda, berperilakulah sebagaimana ajaran Islam yang sesungguhnya. Saran dan masukan saya ketika anda terpilih, JANGAN BIKIN MALU AGAMA ISLAM DENGAN PERILAKU DAN KINERJA ANDA YANG MENJIJIKAN dan memalukan.
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi tulisan yang menceritakan tentang kisah sukses sebuah desa yang dahulunya miskin dan terpencil hingga akhirnya sekarang ini bisa menjadi Desa terkaya di Dunia.

Saya juga berpesan melalui tulisan ini semoga saja pemimpin-pemimpin dari mulai Kepala Desa, Camat, Bupati, dan Presiden termasuk para calon wakil rakyat dan para menteri juga pejabat penentu kebijakan serta kepada setiap individu dari para pembaca untuk bisa terinspirasi dari cerita ini.
Jika anda sudah bisa mendapatkan inspirasi dari tulisan ini mohon kiranya juga berkenan untuk membagikan tulisan ini kepada teman, group komunitas dan lainya karena ini memang sangat penting untuk bisa merubah Desa-desa di negara kita juga supaya bisa lebih maju sebagaimana Kisah dari Desa Terkaya di Dunia ini.

Membayangkan tinggal di sebuah desa yang sangat kaya raya pastinya menjadi impian setiap orang. Hal itu juga yang mungkin dirasakan oleh Penduduk Desa Hua Xi di China karena Desa tersebut merupakan Desa Terkaya di Dunia.
Namun yang harus DICATAT dan di INGAT bahwa pencapaian desa Hua Xi bisa menjadi Desa Terkaya di Dunia bukan tanpa perjuangan dan proses yang panjang.

Dikutip dari indonesiamedia.com (24/4/12), Diberitakan bahwa Desa Hua Xi, yang terletak di propinsi Jiang Shu, di tahun 1961 merupakan satu desa kecil, hanya 380 keluarga, 1520 orang, dan sangat terbelakang.

Setiap keluarga tidak hanya mempunyai rumah berbentuk vila 400 — 600 m², tapi juga ada mobil sedan bahkan ada yang sampai 3.

Perlahan namun pasti desa ini perlahan bangkit dan terus berjuang membangun desanya. Dibawah pimpinan sekretaris Partai, Wu Renbao akhirnya sekarang menjadi satu desa termaju diseluruh Tiongkok, dengan penduduk lebih dari 30 ribu dan areal lebih dari 30 Km. Berhasil menggabungkan 16 desa disekitarnya, setiap keluarga tidak hanya mempunyai rumah berbentuk vila 400 — 600 m², tapi juga ada mobil sedan bahkan ada yang sampai 3.

Di tahun 2005 Desa Hua Xi berhasil mencapai penjualan produksi senilai lebih 30 milyar Yuan. Mereka membangun Pagoda, tugu-emas, danau, taman-internasional dan taman Petani, bahkan membangun proyek tamasya dengan 80 pemandangan alam yang indah. Selama ini telah melayani tamu-tamu dari lebih 120 negara dan daerah. Setiap tahunnya bisa menerima 1 juta orang yang ingin melihat keberhasilan desa Hua Xi.


Semboyan yang dia ajukan: “Kebahagiaan dinikmati Rakyat, Kesulitan dipikul pejabat”. | Foto: sibenik.in

Bagaimana proses perkembangan desa Hua Xi bisa begitu hebat sehingga mendapatkan julukan “Desa No. 1 didunia”?
Disamping itu, berturut-turut Desa Hua Xi juga mendapatkan julukan “Basis Organisasi Partai termaju”, “Model Dewan Petani Tiongkok”, “Kesatuan Maju Pekerjaan Ideologi-Politik Berkebudayaan”, “Model Tipikal Kebudayaan Tiongkok”, “Kesatuan Maju Pekerjaan Ideologi-Politik Usaha Industri Pedesaan Tiongok”, “Industi Termaju Dari Perindutrian Pedesaan Tiongkok”, “Taman Industri Dari Teknologi Perindustrian Pedesaan Tiongkok”, … dsb.
Benar-benar tidak salah Desa Hua Xi mendapatkan kehormatan sebagai “Desa No.1 Didunia” dari berbagai kalangan masyarakat Dalam dan luar negeri!
Dari beberapa tulisan yang bisa saya ikuti, patut diperhatikan cara memimpin Wu Renbao, sekretaris Partai di desa Hua Xi ini, sekalipun kelahiran petani biasa dan tidak berpendidikan tinggi.

Semboyan yang dia ajukan: “Kebahagiaan dinikmati Warga Desa, Kesulitan dipikul pejabat”. Dan, prinsip yang dijalankan didesa Hua Xi, “maju dan makmur bersama”.
Bukan sebagaimana prinsip Deng, “memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu”.

Begitulah Pak Wu ini membawa penduduk desa Hua Xi maju makmur sampai sekarang ini. Seorang pengunjung dari Amerika menyatakan, Pak Wu seperti Lee Kuan Yao di Singapore.

Desa Hua Xi setelah berhasil meningkatkan produksi pertanian dengan mekanisasi, mereka benar-benar mengembangkan usaha industry di desanya | foto sibenik.in

Perkembangan pesat baru terjadi setelah awal tahun 80, pada saat politik “Membubarkan Komune Rakyat” mulai dijalankan dengan memperkenankan setiap Desa berinisiatif melancarkan usaha sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing dan kebutuhan pasar.

Jadi, setelah didesa-desa diperkenankan menggunakan tanahnya untuk berproduksi yang dikehendaki sesusai kebutuhan pasar. Jadi, setelah Pemerintah pusat menerima keunggulan ekonomi-pasar dari system kapitalis. Tidak lagi sepenuhnya menjalankan segalanya harus direncana oleh Pemerintah pusat, sedang daerah, desa-desa bertanam atau berproduksi sesuai pembagian tugas yang ditentukan Pemerintah Pusat.

Salah satu kesalahan prinsip system sosialisme yang segalanya diatur/dikendalikan secara sentral, dan mudah terjerumus kekesalahan manusia yang subjective atau hanyut oleh kepentingan pribadi.

Lebih lanjut, desa Hua Xi setelah berhasil meningkatkan produksi pertanian dengan mekanisasi, mereka benar-benar mengembangkan usaha industry di desanya, membangun pabrik baja dan pipa-baja.

Usaha menjadi lebih besar setelah Wu Renbao menggabungkan beberapa desa disekitarnya, menambah jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk industry. Sehingga hasil produksi baja setahunnya mencapai 2,2 juta ton, sedang pipa-pipa berbagai jenis untuk sepeda, sepeda-motor dan perabot rumah-tangga, hampir 300 ribu ton/tahun.

Dari hasil produksi desa Hua Xi sudah ada yang eksport ke AS, Canada, Eropa, Australia dan bebrapa Negara Asia-tenggara.
 
Gedung pencakar langit ini berada di Desa Terkaya di Dunia yang pembangunanya dari iuran warga desa | Foto: lanaeng.blogspot.com

Desa Hua Xi telah menjadi kaya tidak berarti apa-apa seandainya seluruh Tiongkok tidak menjadi kaya. Itulah sebab, di tahun 2001, Desa Hua Xi memperluas wilayah dengan menggabungkan 16 desa disekitar menjadi satu pengurusan Desa Hua Xi untuk maju bersama.

Demikianlah sekarang ini desa Hua Xi menjadi besar dan lebih makmur lagi dengan bertambahnya tenaga kerja. Lengkap dengan produksi bahan pangan, buah-buahan, pohon, peternakan dan perikanan.

Di tahun 2010, mereka menyambut peringatan 50 tahun pembangunan desa Hua Xi, dengan hasil produksi senilai 50 Milyar untuk kebahagiaan dengan memperkaya 50 ribu orang. Mewujutkan perkembangan yang serasi antara ekonomi, penduduk, sumber-alam dan lingkungan, lebih lanjut mempertahankan “Desa Terkaya Didunia” dengan meningkatkan kebudayaan, keserasian dan harmonis.

Penduduk desa Hua Xi menyatakan, keberhasilan desa Hua Xi menjadi begitu makmur, tidak terlepas dari kepemimpinan Wu Renbao. Itulah sebab mereka tidak hendak pimpinan diganti orang lain, sejak tahun 1961, desa Hua Xi dipimpin oleh Wu Renbao. Dan karena pak Wu sudah lanjut usia, beberapa tahun yang lalu Wu Renbao bersikeras mengundurkan diri.

Setelah pengunduran dirinya kemudian yang diangkat sebagai penggantinya adalah putra ke-4nya. Menunjukkan kesadaran petani masih feodal, menganggap keberhasilan membawa kehidupan makmur, terutama ditentukan oleh seorang pemimpin, pribadi orangnya. Bukan bersandar pada sistemnya.

Bagaimana Wu Renbao mengatur pembagian hasil-kerja di Desa Hua Xi? Prinsip “mendapatkan sesuai dengan hasil kerja”, “kerja makin keras mendapatkan makin banyak” berusaha dipegang dan dilaksanakan. Keuntungan 20% untuk Grop Hua Xi yang melancarkan usaha, 80% digunakan untuk usaha; Dari 80% yang digunakan untuk Usaha itu, 10% untuk bonus pemborong; 30% untuk bonus manager dan teknisi; 30% untuk bonus pegawai/buruh; 30% akumulasi modal untuk mengembangkan usaha.

Mereka mengeluarkan semboyan: “Pembagian lebih sedikit, akumulasi modal lebih besar, mencatatkan saham lebih besar”. Pelaksanaannya? Bonus yang seharusnya jatuh ketangan pribadi pemborong, buruh/pegawai, kenyataan hanya 20% yang diuangkan dan diterima orang bersangkutan, selebihnya 80% dicatatkan sebagai pembelian saham perusahaan Hua Xi Grops. Jadi sekarang ini saham perusahaan Hua Xi Grop telah lebih 70% menjadi hak-milik kolektif dan kurang dari 30% saham milik Komune Hua Xi semula.

Bagaimana pula dengan kehidupan Petani/Buruh didesa Hua Xi? Praktis mereka tidak ada hari libur, Sabtu dan Minggu tetap bekerja. Setahun hanya 2 hari libur Tahun Baru Imlek. Jadi mereka, penduduk yang datang dari luar harus lebih dahulu ajukan permohonan pada Kepala Barisan Produksi untuk pulang kampung.

Sedang bagi orang yang hendak keluarkan uang simpanan yang dalam bentuk saham itu, juga harus lebih dahulu mengajukan permohonan pada Dewan Desa. Dengan demikian, setiap penduduk desa Hua Xi, sudah ada uang simpanan setidaknya 1 juta Yan. Pembangunan perumahan bentuk vila dan pembelian mobil sedan yang dibagikan pada setiap penduduk desa itu diambil dari simpanan saham yang terkumpulkan.

Sumber: http://aribicara.com

 
Copyright © 2015 DETIK-DETIK INSPIRASI. All Rights Reserved. Powered by Suja Blog
Template by Creating Website and Suja Blog